NHW #9 : Bunda Sebagai Agen Perubahan

Alhamdulillah sampai juga di NHW terakhir. NHW terakhir ini endingnya keren. Menjadi Social Entrepreneur. Jadi punya istilah baru buat cita-cita tertinggi. Berikut isian tabel muluk-nya. Ya namanya cita-cita. Semangat merealisasikan, Bunda NFA ^^,

Minat / Hobi / Ketertarikan Skill (Hard & Soft) Isu Sosial Masyarakat Ide Sosial
Isu Kesehatan Lingkungan Menulis

Mengedukasi anak-anak

Layouting Media Promosi

Story Telling

 

Pengelolaan sampah kurang baik, Lahan hijau perkotaan semakin minim Anak-Anak Sekolah & Wali Murid

 

Ibu-Ibu Pengajian

 

Keluarga perumahan

Bank Sampah di Sekolah

 

Memfasilitasi pembuatan kompos

 

Menyebar media promosi pengelolaan lingkungan

 

Membuat cerita anak bertemakan lingkungan

 

Gerakan menanam pohon

Advertisements

NHW #8 : Misi Hidup dan Produktivitas

a. Ambil satu saja dari aktivitaa yang anda SUKA dan BISA : Menulis

b. Anda ingin menjadi apa? Promotor Lingkungan & Kesehatan

c.Apa yang ingin anda lakukan? Saya ingin mengedukasi anak-anak dan keluarga mengenai Lingkungan dan Kesehatan melalui tulisan.

d. Apa yang ingin anda miliki? (Have) Saya ingin memiliki tulisan yang terpublikasi dalam majalah anak, atau menerbitkan buku anak.

 

Langkah-Langkah

a. Life time purpose Saya ingin turut serta memperjuangkan kelestarian lingkungan. Menjadikan masyarakat Indonesia sadar lingkungan (dan dampaknya bagi kesehatan) dimulai dari anak-anak dan keluarga.

b.Strategic Planning Dalam waktu 2 tahun ke depan saya ingin memiliki tulisan yang diterbitkan menjadi buku anak atau menjadi kontributor di berbagai media publikasi

c. New Year Resolution Dalam kurun waktu satu tahun ini saya ingin mencoba mempraktekan teknik-teknik pengelolaan lingkungan dalam lingkup rumah tangga bersama anak-anak sebagai modal pengetahuan saya, mengikuti pelatihan online penulisan buku anak, menambah pengetahuan mengenai kesehatan lingkungan, dan merutinkan menulis di blog.

NHW #7 : Tahapan Menuju Bunda Produktif

Alhamdulillah makin menantang nih NHW-nya. Menantang kuadrat karena dikerjakannya di batas akhir injury time. Alhamdulillah masih diberi perpanjangan waktu.

NHW 7 mengajak saya mengenal diri, lebih tepatnya mengkonfirmasi, lewat tools temubakat.com. Hasil strengh typology dari tes temubakat.com sebagian besar sesuai dengan diri saya, dari mulai deskripsi diri sampai personal branding. Asing dengan berbagai istilah dan bingung membaca peta warna pada gambar, sy browsing-browsing cara membacanya dan menemukan lengkap disini http://abahrama.com/leadpro/files/HasilAsesmenTALENTSMAPPING.pdf

Perpaduan warna map yang dihasilkan menunjukan kesimpulan sbb:

“Warna Hitam atau Abu-abu pada Kotak Aktivitas Luar dan warna Merah pada Kotak Aktivitas Dalam, menandakan anda diberi keyakinan bahwa sesungguhnya anda memiliki potensi kekuatan terbesar namun anda kurang atau tidak menyadarinya. Disarankan bagi anda untuk mempelajari dan mendalami lagi, karena kemungkinan ini adalah merupakan ”mutiara terpendam” dari potensi kekuatan anda yang sesungguhnya.”

Sepertinya tes lanjutan bisa membantu saya lebih mengenali diri dan bisa membantu saya lebih mengenali potensi anak-anak.

Langkah selanjutnya adalah membuat Kuadran Aktivitas.

  BISA TIDAK BISA
SUKA Menulis

Layouting Media Promosi dan sejenisnya

Fotografi

Story Telling

Mengajar anak-anak mengaji

Bernyanyi

Berenang

 

Bercocok Tanam

Menjahit

Desain Grafis

Yoga / Senam lainnya

Memperdalam Bahasa Inggris

Memainkan alat musik

 

TIDAK SUKA Memasak menu standar keluarga

Menyetir mobil jarak jauh

 

 

Banyak 😀

 

NHW #5 : Belajar Bagaimana Caranya Belajar

Basmalah.

Mari kita mulai satu-persatu mengejar NHW yang tertinggal. Dimulai dari NHW #5 “Belajar Bagaimana Caranya Belajar” dengan praktek membuat Desain Pembelajaran ala kita. Sebelum mulai membuat model ala kita, karena saya masih meraba-raba seperti  apa yang dimaksud dengan desain pembelajaran maka saya mencoba browsing mengenai desai pembelajaran. Dari tang ting tung cepat, sampailah saya pada blog seorang guru Lab School Jakarta. Beliau menjabarkan berbagai model desain pembelajaran yang secara garis besar dijelaskan bahwa desain pembelajaran terdiri dari dua komponen, yaitu Komponen Pengembangan dan Komponen Pendukung:

Komponen Pengembangan terdiri dari (8): Need Analysis, Adoption, Design, Production, Prototyping, Installation, Operation, dan Evaluation.

Sedangkan Komponen Pendukung terdiri dari (6): Management, Information Handling, Resource Acquisition & Allocation, Personnel, dan Facilities.

Kedua kelompok komponen di atas dapat berkolaborasi dengan baik jika ada satu komponen penghubung penting, yaitu Komunikasi.

Kemudian, yang menjadi masalah adalah, bagaimana menerapkannya dalam pembuatan Desain Pembelajaran ala kita. Untuk pembelajaran diri sendiri, desain pembelajarannya akan sangat sederhana karena banyak sekali komponen yang tidak perlu dilibatkan. Tapi untuk desain pembelajaran anak-anak, sepertinya saya butuh belajar lebih lanjut. Dalam komentar disebutkan sebuah referensi buku yang bagus untuk dibaca, yaitu buku Desain Pembelajaran karya Ibu Dewi S  Prawiradilaga.

Akhirnya, ini dia desain pembelajaran ala ala nya. Semoga bisa membuat yang jauh lebih baik buat anak-anak nanti.

Need Analysis: Mengidentifikasi diri untuk menemukan bidang ilmu yang paling pas, kemudian menetapkan tujuan pembelajaran.

Adoption : Memperdalam karakter diri untuk disesuaikan dengan peran yang akan dijalani dalam bidang pembelajaran yang dipilih, mengobservasi karakter dan potensi anggota keluarga untuk mendukung pembelajaran

Design : Merancang strategi dan waktu belajar disesuaikan dengan rutinitas harian, menyiapkan sumber-sumber pembelajaran (buku dan sumber lainnya)

Production, Prototyping:  Membuat dan menempel desain pembelajaran dan cek list harian di tempat yang mudah dipandang dan menerapkannya dalam jangka waktu percobaan tertentu

Installation, Operation, dan Evaluation : Menerapkan cek list harian dan desain pembelajaran yang sudah dibuat dengan konsisten, untuk kemudian dievaluasi secara berkala hingga menemukan ritme belajar yang paling nyaman.

Komunikasi Management : Mengelola waktu sehingga waktu belajar dapat berjalan secara konsisten, mengkondisikan anggota keluarga agar mendukung proses belajar yang ingin dijalankan

Information Handling : Memfokuskan diri pada informasi yang bermanfaat dalam pembelajaran untuk dikelola sedemikian rupa agar dapat memberikan nilai tambah pada desain pembelajaran yang sudah berjalan

Resource Acquisition : Memasukan buku dan berbagai media pendukung pembelajaran dalam anggaran belanja, sisihkan sisihkan sisihkan, belanjakan untuk investasi ilmu.

Personnel : Meminta dukungan anggota keluarga agar memotivasi diri ini untuk terus belajar

Facilities : Laptop ready, Wifi On, alhamdulillah. Buku-buku yang mengantri untuk dilahap masih banyak, selesaikan dulu yes!

NHW #6 : Belajar Menjadi Manajer Keluarga Handal

NHW kali ini mengajari kami agar rutinitas tidak sekedar menjadi pengulangan aktivitas dari hari ke hari tanpa ada peningkatan kompetensi dan dapat menangani kompleksitas tantangan dalam pekerjaan rumah tangga dengan baik. PUT FIRST THINGS FIRTS, ONE BITE AT A TIME, dan DELEGATING. Beriut tahapan-tahapan yang saya coba ikuti:

Tuliskan 3 aktivitas yang paling penting, dan 3 aktivitas paling tidak penting : 3 aktivitas yang paling penting dalam keseharian saya adalah (1) mendampingi anak-anak bermain dan belajar, (1) mengelola kebersihan dan kerapian rumah, (3) memenuhi target ibadah dan menambah keilmuan di bidang yang diminati. Sedangkan 3 aktivitas yang paling tidak penting adalah menyimak sosial media, memarahi anak, dan tidur siang.

Waktu anda selama ini habis untuk kegiatan yang mana? Keenamnya sukses membuat waktu saya habis, balance ya antara penting dan tidak penting. Padahal seharusnya saya lebih banyak menghabiskan waktu untuk aktivitas yang penting.

Jadikan 3 aktivitas penting menjadi aktivitas dinamis sehari-hari untuk memperbanyak jam terbang peran hidup anda.

  • Mendampingi anak bermain dan belajar : permainan motorik halus, permainan motorik kasar, seni musik dan gerak, permainan kreativitas, olah raga atau permainan outdoor, belajar mengaji, belajar shalat dan ibadah lainnya, story telling, bermain coret mencoret (gambar/tulis/mewarnai)
  • Mengelola kebersihan dan kerapian rumah : merapibersihkan rumah bekerjasama dengan orang rumah, menyiapkan sarapan, belanja lauk sayur, menyiapkan anak-anak berangkat sekolah (on weekdays), memasak, memastikan pakaian terkelola dengan baik bekerjasama dengan orang rumah dan laundry, menyediakan kebutuhan sandang pangan sehari-hari.
  • Memenuhi target ibadah dan menambah keilmuan di bidang yang diminati : target ibadah harian dan mingguan pribadi, mengikuti pengajian (online & offline), mengikuti seminar atau kuliah online mengenai marketing online dan bidang ilmu lainnya yang diminati, membaca buku/artikel agama, membaca buku/artikel bidang keilmuan yang diminati, menulis hikmah/cerita dan markom.

Kumpulkan aktivitas rutin menjadi satu waktu. Berikan “kandang waktu” dan patuhi cut off time. Kemudian buat jadwal rutin yang paling mudah anda kerjakan.

05-06     Aktivitas Rutin poin (3)

06-08     Aktivitas Rutin poin (2)

08-11     Memasak, dilanjutkan Agenda Sosial (pengajian, program kegiatan sekolah, atau sosial time lainnya)

11-16     Aktivitas Rutin poin (1)

16-18     Cooking Class bersama anak-anak (memasak cemilan) dan Aktivitas Outdoor, Aktivitas Rutin poin (2) yang belum selesai

18-21     Belajar Mengaji, Story Telling, dan Aktivitas Rutin poin (1) yang belum selesai

21-12     Aktivitas Rutin poin (3) yang belum selesai

 

Bismillah. Selamat menjalankan dan mengevaluasi untuk diri saya sendiri! ^^,

NHW 4 : Mendidik dengan Kekuatan Fitrah

Mendidik anak-anak dimulai dari mendidik diri sendiri. Mendidik anak-anak adalah juga mendidik diri sendiri. Bagaimana kita bisa membantu anak menemukan peran hidupnya jika sampai sekarang pun kita masih belum yakin dengan peran hidup kita?

a. Mari kita lihat kembali Nice Homework #1 , apakah sampai hari ini anda tetap memilih jurusan ilmu tersebut di Universitas Kehidupan ini? Atau setelah merenung beberapa minggu ini, anda ingin mengubah jurusan ilmu yang akan dikuasai?
Masiiihhh. Jurusan ilmu yang saya pilih di NHW #1 adalah Ilmu Metode Belajar Al-Quran. Dalam target terdekat, bidang ilmu itu yang ingin saya rampungkan pembelajarannya, tapi untuk NWH kali ini saya merasa harus menetapkan jurusan ilmu lain yang ingin saya pelajari dalam jangka panjang, yaitu Ilmu Pengelolaan Lingkungan Hidup.
b. Mari kita lihat Nice Homework #2, sudahkah kita belajar konsisten untuk mengisi checklist harian kita? Checklist ini sebagai sarana kita untuk senantiasa terpicu “memantaskan diri” setiap saat. Latih dengan keras diri anda, agar lingkungan sekitar menjadi lunak terhadap diri kita.

Berusaha (sih), tapi masih banyak bolongnya. Oke ceklistnya hanya tertanam di ingatan, belum titip print ke Ayah. Lakukan lakukan lakukan

c.Baca dan renungkan kembali Nice Homework #3, apakah sudah terbayang apa kira-kira maksud Allah menciptakan kita di muka bumi ini? Kalau sudah, maka tetapkan bidang yang akan kita kuasai, sehingga peran hidup anda akan makin terlihat.
Saya seringkali terganggu melihat kondisi lingkungan hidup di sekitar. Tentang pohon rindang yang semakin jarang di sekitar, tentang sampah yang tak terkelola, tentang asap debu yang mengotori udara, tentang hal terkait kerusakan lingkungan lainnya. Ditambah, suami sekarang bekerja dan aktif secara sosial di bidang energi terbarukan yang menurut saya sejalan dengan bidang yang saya minati.

Dan saya tersentil ketika salah satu teman mengajak saya untuk mengisi materi tentang lingkungan di majelis ibu-ibu melihat background pendidikan saya. Saya kemudian berkata pada diri sendiri, minim sekali ilmu yang saya punya untuk dibagi. Terlebih setelah repot dengan anak-anak di rumah, menerapkan sendiri di lingkungan rumah pun belum pernah.

Misi : Memberikan edukasi dan menjalankan program seputar pengelolaan lingkungan hidup

Bidang : Ilmu Kesehatan dan Lingkungan Hidup

Peran : Pekerja Sosial

d. Setelah menemukan 3 hal tersebut, susunlah ilmu-ilmu apa saja yang diperlukan untuk menjalankan misi hidup tersebut.
1. Bunda Sayang : Ilmu-ilmu seputar Pengelolaan Lingkungan Hidup dan Kesehatan

2. Bunda Cekatan : Ilmu-ilmu seputar penerapan metode pengelolaan lingkungan hidup khususnya dalam lingkup rumah tangga

3. Bunda Produktif : Ilmu-ilmu seputar penulisan artikel, buku cerita anak, dan strategi marketing.

4. Bunda Shaleha : Ilmu-ilmu seputar pengembangan organisasi masyarakat atau badan usaha, pemberdayaan masyarakat, dan public speaking

e. Tetapkan Milestone untuk memandu setiap perjalanan anda menjalankan Misi Hidup

Tahun 1-3 : menerapkan ilmu-ilmu seputar pengelolaan lingkungan hidup, menerapkannya bersama anak-anak di rumah, menuliskan dan mendokumentasikannya

Tahun 3-5 : memiliki publikasi berupa artikel / buku cerita / tulisan lepas tentang pelestarian dan pengelolaan lingkungan hidup.

Tahun 5-7 : aktif dalam kegiatan sosial di bidang lingkungan hidup, mengembangkan program pengelolaan lingkungan hidup dalam komunitas kecil di lingkungan sekitar

Tahun 8-10 : mengembangkan program pengelolaan lingkungan hidup dalam skala yang lebih besar, misalnya eco camp untuk anak-anak dan keluarga.

f. Koreksi kembali checklist anda di NHW#2, apakah sudah anda masukkan waktu-waktu untuk mempelajari ilmu-ilmu tersebut di atas. Kalau belum segera ubah dan cantumkan.
Done.

g. Lakukan, lakukan, lakukan, lakukan

NHW 3 : untuk Diri dan Lingkungan Sekitar

Izinkan aku bercermin. Menatap lamat lamat wajah diri di hadapan. Ada gurat gurat apa disana?

Izinkan aku bercermin. Menatap mata dalam dalam di hadapan. Ada rasa apa disana?

Allah menganugerahi tiap tiap manusia dengan potensi. Allah menjadikan setiap manusia memiliki peran di muka bumi. Menggunakan potensi dengan sebaik baiknya adalah sebuah bentuk rasa syukur kita. Aku bersyukur Allah memampukaku menjadi pribadi yang mandiri, melakukan berbagai hal bersama anak anak sendiri, bepergian bersama, melakukan aktifitas harian tanpa banyak bergantung pada orang lain. Sebuah modal yang penting aku miliki sepanjang hidup perantauan kami setelah menikah. Aku bersyukur aku mampu menuangkan perasaan dalam tulisan, hal ini menjadikanku tetap waras di kala hati dan pikiran ingin berteriaaak. Aku bersyukur aku mampu mengendalikan keinginan dan tidak terlalu jauh terbawa pada gaya hidup kebanyakan orang. Aku bersyukur kegemaranku akan buku ketika aku kecil kini menjadi sumber kesenangan sekaligus pintu rezeki dari Allah, juga menjadi jalan silaturahmi di tengan lingkungan baru untuk diriku yang tidak mudah bergaul ini.

Allah memberi amanah satu paket dengan kemampuan menjalankannya bukan. 

Allah menghadirkanku untuk melengkapi suami, untuk mendidik anak anak yang jaraknya berdekatan, untuk lingkungan yang terbentang luas ladang dakwahnya.

NHW 3 : untuk buah hati Bunda

Hai Nidal sayang, kakak pertama, balita beradik dua. Darimu Bunda pertama kali belajar menjadi orang tua. Mulai dari mengandung, melahirkan, menyusui, mpasi, drama menyapih, beragam permainan stimulasi, hingga bagaimana mengelola emosi.

Darimu, Bunda menuntut terlalu banyak, berlebihan meminta pengertian, tergesa gesa akan segala hal karena waktu yang terbagi untuk adik-adikmu, hingga menumpahkan amarah sejadi-jadinya.

Engkau. Sulit mengerti. Akalmu belum sempurna. Badan kecilmu tak berdaya. Lisanmu belum fasih menyampaikan isi hatinya. Bunda sebatas tau. Tapi kemudian. Hanya bisa menutup hari dengan beragam sesal. Memintakan maafmu. Berharap hatimu tak menyisakan banyak luka. Dan ketika tangan kecilmu membalas pelukan, Bunda seakan merasa ada harap darimu bahwa esok kita akan lebih baik bersama-sama.

Allah menganugerahimu banyak kelebihan. Kau mampu mengamati details, mengingat hal yang kecil yang bahkan Bunda tak perhatikan sama sekali, kau betah lama sekali jika dibacakan cerita, momen terbaik bonding kita selepas engkau disapih ya kan. Darisana Bunda menilai kau memiliki tipe visual. Kau juga punya kemampuan verbal yang hebat, dengar saja ketika kau berdebat. Kau, perasa, tipe feeling kalau menurut hasil test stifin. Kau mudah sekali mengcopy emosi, sayangnya yang Bunda perlihatkan lebih banyak emosi negatif kepadamu sepertinya. Potensimu yang besar semoga bisa Bunda arahkan agar berkembang dengan optimal.
***

Hai Faizan sayang, anak tengah berkakak balita dan beradik bayi. Dari lahir kau sudah harus berbagi perhatian. Sekarang kamu sedang memasuki masa masa terrible two ya. Artinya Bunda harus lebih sabar menghadapi emosimu yang sering tak terduga. Lebih sabar mengenalkanmu pada berbagai emosi dan bagaimana mengendalikannya.
Bunda tak tau rasanya, pasti sangat berat memiliki kakak yang masih belajar berbagi dan adik yang nempel terus sama Bunda. Kalau kau benar benar sedih biasanya kau diam sambil terisak kemudian tangismu meledak. Sayangnya Bunda tidak bisa memelukmu sebanyak Bunda mau.

Mungkin keadaanmu ini juga yang membuatmu lebih cepat dewasa ya. Berani melengang kemanapun kau mau, mudah berbaur, menebar senyum manismu untuk menarik perhatian orang. Kau juga menjadi anak yang kreatif yang bisa mencari kesibukan sendiri di tengah kebosanan. Kau tidak mudah sedih atau menyerah ketika menghadapi tantangan.

Bunda suka sekali mendengar kau bernyanyi. Mudah sekali kau menghafal lirik lagu ya. Diam diam hafalan surat pendekmu juga sudah banyak walaupun acak. Karena secara tidak langsung kau sering mendengarkan Bunda belajar surat pendek bersama Kak Nidal. Kau tipe audio sepertinya ya. Semoga Bunda bisa mengarahkanmu sesuai potensimu menjadi sebesar besar kebermanfaatan.

***

Hai Arunda sayang. Bayi cantik Bunda. Begini ya rasanya memiliki bayi perempuan. Menyenangkan sekali. Sebentar lagi kau genap setahun. Setahun yang hebat. Hari hari kita selalu ramai ya. Seringkali kita menjadi penonton setia pertengkaran kakak kakak jagoan. Tak jarang juga kau menyaksikan Bunda mengomel panjang dengan tatapan polos sambil menganga. Ya sayang, Bunda sedang marah, doakan Bunda berkurang luapan emosinya ya. Wajah lucumu sungguh menjadi penghibur Bunda di tengah hiruk pikuk hari yang menguras tenaga dan pikiran.

***

Kalian bertiga, buah hati Bunda. Bunda sungguh bersyukur atas kehadiran kalian di kehidupan Bunda. Menjadi ibu sungguh sebuah karunia luar biasa, sungguh sebuah amanah yang pertanggungjawabannya dunia akhirat. Kita bergandengsn tangan bersama ya. Melejitkan potensi kita masing masing, hingga kalian melepaskan genggaman tangan Bunda dan siap menjelajah dunia dengan langkah langkah tegap kalian.

NHW 3 : untuk Ayah

Malam ini gerimis lagi. Ketika aku mengetik surat ini mungkin Ayah sedang menunggu bagasi. Padahal bisa saja Ayah langsung melaju keluar mencari taxi tanpa harus mendorong troli. Jika bukan karena terpaksa membawa titipan Bunda dari Jakarta. Jika bukan karena ingin membahagiakan Bunda. Ya kan. Bilang saja iya.

Tak banyak bahasa cinta yang mampu aku tangkap dari sosok yang “dalam” sepertimu, Ayah. Banyak hal yang aku artikan sendiri dan membuatku bahagia sendiri. Aku tau kau pasti tersenyum ketika membeli bunga di hari ulang tahun kita. Bukan senyum canda seperti ketika kau berikan bunga itu padaku, tapi senyum cinta. Ya kan. Walau tak nampak melekat lama ketika kita bertatap. Aku tau kau memikirkanku di sela kesibukanmu walau tak satu pesanpun yang kau kirim hampir sepanjang hari. Buktinya kau selalu tanggap mengangkat panggilanku. Khawatir aku sedang kesulitan. Ya kan. Dan kau kemudian lega karena aku hanya sekedar bertanya bor ditaruh dimana ya. Aku juga tau butuh banyak kesabaran mendengar rentetan cerita panjang tak bertema dari mulutku, karena kau tau perempuan butuh menumpahkan ribuan kata agar mereka bahagia. Ya kan.

.
Tapi aku juga tau banyak kecewa yang terpendam dalam benakmu. Tentang masakan yang tak sesuai keinginan, tentang penampilan yang jauh dari saat kita “berpacaran”, tentang kebiasaan buruk ku yang tak kalah banyak dengan anak pertama kita, tentang perhatian yang hanya mampu tercurah di sisa hari ketika buah hati kita telah terlelap semua, itupun jika kita masih mampu terjaga. Jenuhmu bertemu jenuhku, dilagui keriuhan ketiga balita di rumah kita. Aku hanya ingin Ayah tau di sepanjang laju hari-hariku yang selalu ramai, perasaanku pada Ayah tidak pernah berkurang sedikit pun.

.
Perasaanku bertumbuh, pun tanpa upaya membangunnya, ia sudah membuncah memenuhi setiap sudut relung hati. Mencintaimu begitu mudah. Yang sulit adalah menahan perasaan cinta yang awalnya berwujud harap ini agar tak berubah menjadi rasa takut yang mendominasi. Iya, aku tau karena itu kau benci antusiasmeku pada film drama dan kisah tragis rumah tangga yang betebaran di sosial media. Ah lupakanlah.

.
Mencintaimu begitu mudah. Lihatlah anak-anak kita, mendengar derung motor dan suara gerbang terbuka tanda Ayah pulang adalah irama yang membuat mereka riang seketika. Kau juga seringkali menjadi tema percakapannya, termasuk kepada teman-temannya, dengan nada bangga. “Ayahku loooh.. Ultraman!”

.
Ya. Begitu banyak hal yang membanggakan pada dirimu, tapi kau menjaga pesonamu agar tak berserakan dan mengundang kesombongan. Kau semakin berisi, namun tetap merunduk. Semoga jantung hati kita senantiasa berdekatan, dalam kesahajaan, agar degupnya selalu seirama, menapaki perjalanan rumah tangga, sampai ke surga.

NHW 2 : Checklist Indikator Profesionalisme Perempuan

Menjadi Ibu, adalah sebuah profesi, yang mungkin hasil dari jalan panjangnya baru akan terasa di penghujung usia. Sebuah jabatan, yang awalnya saya anggap absurd nilai capaian hasil kerjanya, ternyata bisa kita buat indikatornya.
Pertanyaannya, darimana kita dapatkan indikator itu? Dari mereka yang merasakan hasil kerja kita, yaitu suami, anak-anak, dan tentu saja diri kita sendiri. Materi Kedua Matrikulasi IIP membuka mata saya bahwa tahapan panjang itu hanya akan menjadi bacaan berbintang yang discroll berulang jika tidak dimulai dari sekarang, dari poin teratas. Bunda Sayang, Bunda Cekatan, Bunda Produktif, kemudian Bunda Solehah. Banyak poin yang dijabarkan dalam materi yang seharusnya dicapai berurutan sesuai tahapan, bukan terbolak balik. Urutan ini menyadarkan saya akan prioritas yang terloncat. Misalnya, ada poin poin dalam tahap Bunda Produktif yang saya capai, padahal saya belum sempurna menjalankan poin dalam Bunda Sayang yang seharusnya lebih diutamakan. Maka mari kita mulai “pekerjaan” kita dari Bunda Sayang dan seterusnya hingga paripurna. Semoga Allah memudahkan langkah-langkah kita.

***
Indikator Sebagai Individu

1. Imtaq : Target ibadah harian terpenuhi (tilawah, dhuha, dzikir), Infaq dan Qiyamul Lail Jumat atau min 1x/pekan, mengikuti pengajian min 1x/pekan, membaca siroh/hadits/buku agama lain min 1 bab/pekan

2. Kesehatan : Konsumsi buah dan sayur setiap hari, konsumsi suplemen (habbat/madu/suplemen lainnya) setiap hari, olahraga minimal 10min per hari, cleansing milk & night cream untuk wajah setiap hari.

3. Keterampilan/pengetahuan : Menulis di blog tentang apa saja min 1x/pekan, membaca novel min 1 buku/bulan, membaca buku pengetahuan tentang lingkungan & kesehatan min 1 bab/pekan

***

Indikator Sebagai Istri

1. Couple time min 15min/hari

2. Menyiapkan sarapan setelah subuh; ready before 7h

3. Memastikan rumah bersih dan rapih sebelum magrib

4. Mandi sore dan berpenampilan rapi sebelum suami sampai di rumah

5. Laporan bulanan keuangan rumah tangga balance atau tidak defisit

6. Tidak teledor dan menggampangkan sesuatu dan lebih hati-hati 

***

indikator Sebagai Ibu

1. Story telling jelang tidur malam, minimal 15 menit/hari

2. Bermain role play min 1x/hari

3. Masak cemilan sore bersama

4. Senam bersama / Seni Gerak dan Bernyanyi setiap hari

5. Bermain outdoor setiap sore kecuali jika hujan

6. Mengaji min 1 hal/hari

7. Shalat bersama min 1x/hari

8. Bunda tidak marah sambil berteriak

9. Mewarnai / Menggambar / Menulis setiap hari

10. Bermain tanah / air / pasir / plastisin setiap hari

11. Bermain bulding block / lego / permainan sejenisnya setiap hari

12. Murojaah bersama minimal 1 surat pendek / hadits / doa

13. Berenang setiap pekan

14. Shalat ke masjid bersama bunda min 1x/pekan

15. Memeluk dan atau mencium tiap anak min 3x/hari

16. Liburan menginap bersama min 1x/3 bulan

***

“Allah tidak membebanimu melebihi kesanggupanmu, maka bersungguh-sungguhlah.”

  • @hananikaru

    Error: Twitter did not respond. Please wait a few minutes and refresh this page.

  • Enter your email address to follow this blog and receive notifications of new posts by email.

    Join 27 other followers

  • Blogs I Follow

Sandi Bayu Perwira

"Selama masih bisa berdiri, aku kan mencoba untuk terus berlari"

fsembapr

Just another WordPress.com site

leoni rahmawati

Live, Learn, Grow

Peace of Mind

lessons I learn in life, through life.

Halaman Bastenggo

Jadilah Inspirasi!

Simply POSITIVE

I write when I sad, happy and feel anything

singkongkejuyummy

Sometimes, people write the things that they can't say

the doodle house

A gleeful account of the escapades of two 20-somethings, our dogs and a little house in Austin.

The Rok Traveler

Tetap Nyaman Traveling Dengan Rok Panjang Syalala

adhyasari

Life is full of beauty. Notice it.

Inasa Kamila's Blog

"Plain and sensible is best.” – Marilla Cuthbert (Anne of Green Gables)

Perjalanan Menuju-Nya

kugesa ridha-Mu dengan asa yang tak berujung

se.pe.da.kwi.tang

catatan kecil Bunda Amaya & Arsa

enjeklopedia

lalala nulis saja...

DR. SAIFUL BAHRI, M.A.

"Sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat buat sesama"

Scientia Afifah

bacalah, dan bertumbuhlah!

Ransel Butut

its about backpacker traveler .. enjoy my journey :)

PKJ 4.0

Tilawah, Tazkiyah, Ta'lim

Catatan Harian Calon Ibu

Karena Kesabaran Selalu Berbuah Manis

you and mie

let's make things

Craft Schmaft

Making Happy

Sugar & Cloth

DIY Inspired Living

Story of Kayla

Just another baby-story site

iing's files

notes and files by Fitri Iing

C'est ma vie

it's my life, my chance, my destiny

JamilAzzaini.com

untuk rehat. sejenak.

Interpreting Life

~人生の意味を調べてる私~

untold thought and feeling

karena menulis itu belajar asertif dan berkarya.

PradanaNusantara

writing is an art of giving

Tatty Elmir

Happy Lucky Traveler

pelangi.kata

saat goresan kata menciptakan warna ide yang nyata..

Catatan Big Zaman

Note to My Self

L'Arc En Ciel

full of colors as rainbow...

Dream Diary

Stories of a Happyholic Women!

ARIP MUTTAQIEN

untuk rehat. sejenak.

Mind Trick

Forgive what I have been. Sanctify what I am. Order what I shall be.

~ Ma Petite Arie

... Goûtez La Vie...

Chez Putranto

"A cup of coffee is enough to start the day"

giant spotlight and battle in the brain

keep learning keep inspiring

Talk To My Belly

The nice and not so nice conversations prompted by my round pregnant belly

Bengkel Budaya

Menyemai Insan Cendekia

The R's

The Neverending Learning Journal

UMI~GA~KIKOERU

"I Can Hear The Sea"

Selintas Tulis

Tulisan Sekali Duduk..